berita masjid masjid raya masjid unik masjid bersejarah surau ceramah profil

Kamis, 30 September 2010

Al-Qur’an Kayu di Masjid Agung Sumedang


Saat berwisata ke Kota Sumedang, Jawa Barat, jangan cuma memborong tahu pong-nya yang tersohor dan memang nikmat. Sempatkan pula ke Masjid Agungnya yang bersejarah untuk shalat fardu berjamaah. Di masjid ini terdapat  Al-Qur’an berukuran besar dari kayu.

Kitab suci Al-Qur'an kayu di masjid yang berdiri megah di pusat Kota Tahu ini, ditempatkan di depan masjid. Keberadaannya menarik perhatian sejumlah jamaah yang baru kali pertama bertandang.

Masjid   yang pernah menjadi pusat penyebaran Islam di Sumedang dan sekitarnya ini semula berada Kampung Sukaraja yang dibangun  tahun 1781-1828, pada masa pemerintahan Bupati Sumedang Pangeran Korner.

Ketika masa pemerintahan Pangeran Soeria Koesoemah Adinata yang bergelar Pangeran Sugih pada tahun 1836-1882 M, masjid ini dipindahkan ke lokasinya yang sekarang di atas tanah wakaf dari R. Dewi Siti Aisyah seluas 6.755 meter persegi.

Banyak jamaah yang mengabadikan diri di samping Al-Qur'an kayu di masjid yang sudah mengalami beberpa pemugaran hingga bentuknya seperti sekarang ini.

Pembangunan masjid di lokasi barunya sekarang di mulai tanggal 3 juni 1850 M dan diselesaikan tahun 1854 M dengan Imam pertama Penghulu R.H. Muhammad Apandi.

Restorasi masjid  ini pertama kali dilakukan pada tahun 1913 M oleh oleh Pangeran Aria Soeriaatmadja yang bergelar Pangeran Mekah. Selanjutnya tahun 1962, 1982 dan terakhir pada tahun 2002 seperti terlihat sekarang dengan memakan biaya mencapai Rp 4,2 milliar. Peresmiannya dilakukan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan pada 22 April 2004.

Arsitektur masjid ini bergaya Cina dengan jumlah tiang seluruhnya 166 buah, 20 buah jendela berukuran tinggi 4 meter dan lebar 1,5 meter. Di bagian depan terdapat ukiran kayu jati sebagai ornamen. Menara azan utamanya berbentuk Limas yang disebut mamale dengan tinggi 35,5 meter.


Selain Al-Qur’an kayu, di masjid ini terdapat 3 buah beduk berukuran panjang 3 meter dan diameter 0,6 meter serta mimbar juga dari kayu jati bertiang 4 yang berumur ratusan tahun.

Tips perjalanan
Mudah sekali mencapai Masjid Agung Sumedang. Lokasi tepatnya di Alun-Alun Kota Sumedang. Dari Terminal bus antarkota Sumedang, Anda tinggal naik angkot yang melewati alun-alun  dengan ongkos Rp 3.000 per orang.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (siarmasjid@gmail.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar