berita masjid masjid raya masjid unik masjid bersejarah surau ceramah profil

Senin, 21 Mei 2018

Ini Tanggapan Para Da’i Kondang Tentang Daftar 200 Ustadz yang ‘Disarankan’ Kemenag


Sejumlah da’i tersohor antara lain Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Arifin Ilham,  Yusuf Manshur,  dan Felix Siaw memberi statement mengenai daftar 200 mubaligh yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) baru-baru ini. Ada yang sangat gundah,  terkejut, dan ada pula yang ingin namanya di-delete dari list tersebut.

Aa Gym misalnya, lewat akun Instagram (IG)-nya @aagym, Senin (21/5/2018) mengatakan pencantuman namanya di daftar 200 mubaligh tersebut kontan membuat hatinya sangat gundah.

“Dari kriteria, sejujurnya pribadi ini sangat jauh dari selayaknya seorang ulama, baik dari segi keilmuan maupun pengamalan. Apalagi melihat guru-guru sahabat-sahabat Aa  yang tidak diragukan lagi keilmuan, kecintaan, dan perjuangan untuk negeri tercinta ini, belum ada dalam daftar,” ujar Aa Gym yang pada hari ini menerima musibah atas kematian cucunya.

Aa percaya bahwa daftar ulama tersebut dibuat untuk kemaslahatan bersama bangsa ini. 

Namun lantaran menimbulkan polemik, dia menyarankan kebijakan itu dievaluasi dengan seksama dan dimusyawarahkan dengan MUI serta melibatkan para pimpinan ormas Islam.

“Sehingga kelak dapat menghasilkan kebijakan yang adil dan didukung oleh umat,” imbaunya.

Baru empat jam statement Aa itu di-upload di IG-nya, sudah 352.368 warganet yang menyukainya dengan 666 komentar.

Pemilik akun @masmono berkomentar singkat: “Syukron ilmunya Aa”.

Sementara si-empunya akun @agung_sahrudin bilang: “Aa sosok yang bijak, semoga terus menjadin teladan ya A. Aku sampai terharu @ustadzabdulsomad, @ustadzadihidayat, dan ustadz.khalidbasalamah juga sosok2 yang benar2 membuat aku berubah sampai sekarang… Sehat selalu para ulama.. semoga selalu dalam lindungan Allah”.

Warganet @nanagimamnugroho mengatakan: “Seharusnya sosok seperti Aa Gym yang pantas menjadi Kemenag.. Perkataannya sejuk, tenang, bijaksana”.

Komentar senada juga terlontar dari @edwin_perdana: “Masya Allah.. Tutur katanya itu ngademiiin. Andai menteri agamanya kyk @aagym”. 

Lain lagi dengan @ch_perwiranegara, dia berkomentar amat singkat. “#2109GantiKemenag”.  Sedangkan pemilik akun @zayanmufida mengaskan: “Ada Aa atau tidak di daftar, saya bakal dengerin ceramah Aa. Dan tiadanya daftar ulama2 lain pun, akan tetap saya dengarkan. Selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.. Smoga Allah slalu meridhoi para ulama di Indonesia”.

Sebelas jam sebelumnya, KH Arifin Ilham juga melontarkan tanggapannya lewat akun IG-nya @kh_m_arifin_ilham. Dia mengaku sangat terkejut namanya masuk dalam daftar tersebut.

“Mubalig yg tidak terdaftar tidak berarti tidak pantas or tidak mulia, malah boleh jadi lebih baik, lebih mulia dari yang terdaptar,” ungkapnya.

“Bagaimana mungkin seorang Arifin hanya mampunya ngajak zikir terdaftar sementara ayahanda  habib Rizieq Syihab soerang mujahid da’wah yg mulia, kanda ustadz Abdul Somad yang mashur dg keilmuan dan ketawadhuannya, bang Bachtiar Nasir  doktor muda yg cerdas dan banyak lagi para dai yang lebih mulia tidak terdaptar padahal semuanya cinta NKRI Indonesia,” sambungnya.

Arifin juga mengimbau agar tetap dikomunikasikan dengan tabayyun dan musyawarah untuk mengetahui kebenaran, tujuan, dan kriteria apa menilai seorang mubalig.

“Mengapa hanya 200 dai, padahal ribuan para dai yang sangat-sangat mulia yg tidak terkenal dan tidak mau terkenal dengan ikhlas berda’wah di pelosok-pelosok negeri ini,” tambahnya.

Dalam tanggapannya, Arifin juga meminta DR Lukmanul Hakim sebagai menteri agama berkenan membaca dan memahami rasa, hati, dan keadaan para juru da’wah yang mulia untuk kebersamaan membangun keberkahan negeri tercinta ini.

Arifin menutup tanggapannya dengan mengajak umat untuk tetap menjaga semangat da’wah, ukuwah, dan berjuang untuk kemaslahatan umat dan NKRI tercinta ini.

“Ayoo keep istiqomah berda’wah dg hikmah, sabar, dan kasih sayang!” tutup Arifin.

Tanggapan itu pun sudah disukai 36.039 warganet dengan 826 komentar.

Pemilik akun @ruhyanairman berkomentar: “Alhamdulillah menyejukan ustadz, semoga ustadz bisa menginspirasi pihak pembuat keputusan agar lebih menimbang dari berbagai segi sblm mengeluarkan hal2 sprt ini, karena ini berpotensi dpt memecah belah umat”.

Sementara @rio_oke27 mengatakan: “Terdaftar dalam daftar yg dibuat manusia tidaklah penting. Yg penting terdaftar di hati kami. Kalo tidak ada mereka apa jadinya akhlak pada diri ini”.

Si-empunya akun tersebut pun meminta ustadz Arifin dan para ulama lainnya untuk tetap berdakwah. “Bantu kami utk selalu mengingat Allah… Kalianlah perpanjangan tangan dan lidah serta pemegang tongkat estafet dakwah para Nabi dan Rosul…barakallah,” pungkas Rio.

Lain lagi dengan komentar @wietlast yang cukup ‘menampar’. Begini komentarnya: “Ketika menteri agama lebih takut kepada yg memilihnya menjadi menteri daripada yg memberikannya kehidupan. #2019gantipresiden”.

Tiga hari lalu, ustadz Yusuf Mansur lewat akun IG-nya @yusufmansurnew mengatakan bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada panitia rilis tersebut karena namanya ada di daftar 200 mubaligh versi Kemenag.

Namun dia mengaku lebih senang dan lebih tentram tidak ada di daftar nama tersebut.

“Bukan krn ga suka dan tdk berterima kasih. Tp lbh krn saya msh santri, msh belajar, dan begitu banyak salah dan ketidakmampuannya. Malu rasanya sama senior2 yg justru ga masuk,” ungkapnya.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyrakat tetap tenang dan tidak memandang ini sebagai sebuah masalah.

“Jgn ampe jg ada penolakan thd yg tdk direkomendasi. Mengingat Indonesia Raya begitu luas. Dari Sabang sampe Merauke, Aceh sampe Papua. Mana bisa hanya ditangani oleh 200 nama yang direkomendasi,” tegas Yusuf.

Saat SiarMasjid menulis tulisan ini, tanggapan itu pun disukai 18.341 warganet dengan 624 komentar.

Pemilik akun @nasirmutaqin22 berkomentar begini: “Ga butuh list dari menag, yg terpenting ada di hati umat. Buat kami ga ngaruh yg masuk list atau tidak… Itu buatan dan penilaian pemerintah, dan semakin jelas dimana posisi pemerintah”.

Sementara @khairunnisa.syahriel mengatakan: “Sungguh Allah Maha mengetahui… masuk atau gak didaftar itu sangat tidak berpengaruh… Krn penilai Allah yg utama… Semoga seluruh ustadz di negeri ini slalu dalam lindungan Allah.. Aamiien”.

Tiga hari lalu ustdadz muda Felix Siauw pun angkat bicara soalan daftar itu di akun IG-nya @felixsiauw.

“Bicara yang lagi viral soalan masuk daftar atau tidak. Who cares? Ini ada daftar yang lebih penting yang kita inginkan.  Daftarnya mereka yang berjuang di jalan Allah, dahwah Islam hingga kapanpun,” kata Felix di awal tanggapannya.

Di bagian tengah, Felix menuliskan puisi dukungan Hamka bagi M. Natsir dan penegasan asas hidupnya.

“Aku ingin masuk daftar ini juga, daftarnya Hamka dan Natsir, dan siapapun yang mendakwahkan Islam dibawah liwa’ Nabi Muhammad Saw,” tutup Felix.

Tanggapan Felix itu sudah disukai 61.629 warganet dengan 748 komentar.

Pemilik akun @sofyanreva langsung berkomentar begini: “Walaupun ustadz @felixsiauw, @ustadzabdulsomad, dan @ustadzadihidayat tdk termasuk didaftar Kemenag, buat sy tausyiah ustadz2lah yg sll ditunggu byk ummat…”.

Lain lagi dengan si empunya akun @rosaelvirakiaqthoris mengatakan: “UAS, ust. Felix Siauw, ust. Bachtiar Nasir, ust. Khalid Basamalah dll yg tidak tercantum di daftar Kemenag, kan ustadz2nya umat, bukan ustadznya pemerintah”.

Sementara @rosalinashinta berujar: “Ini pertanda ada yg panik ustadz… Insya Allah kami mendukung anda dan para ustadz/ustadzah yg lain yg selalu mengedepankan Allah dlm setiap dakwahnya… Allahu Akbar”.

Pantauan SiarMasjid, dari sekian postingan tanggapan seputar daftar 200 mubaligh itu, postingan dari Ustadz Abdul Somad (UAS)-lah yang paling singkat dan amat menarik sekaligus menggelitik.

Posting-an UAS 2 hari lalu itu memuat pertanyaan seorang muslimah yang sengaja dicoret merah namanya.

Perempuan itu menanyakan  bagaimana tanggapan UAS yang tidak termasuk dalam 200 mubaligh rujukan Kemenag.

“Sebab kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat. Karena saya penuh sampai April 2020,” jawab UAS.

Unggahan itu pun sudah disukai 313.006 warganet dengan 16.481 komentar, termasuk sejumlah public figure/artis dan ustadz.

Pemilik akun @pecinta_ustadz_abdulsomad berkomentar singkat: “Mantaaab,” ditambah 2 simbol ketawa ngakak.

Penyanyi @ifanseventeen bertakbir: “Allahuakbar!!,” ditambah hastag #kamubersamauas.

Vokalis band Padi @fadlypadi13 berucap: “Barakallah, ustadz..”.

Si empunya akun @derrysulaiman juga berkomentar singkat: “Allah kuasa…”.

Lain lagi dengan @akmalafid. Dia berkomentar begini. “Keren Ust… Bijak, Santun, dan Dalem banget, die aje belum tentu sampe 2020 jabatannya. Wkwkwk”.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @aagym, @kh_m_arifin_ilham, @yusufmansurnew, @felixsiauw & @ustadzabdulsomad

Captions:
1.  Aa Gym tentang 200 mubaligh.
2.  Postingan KH. M. Arifin Ilham terkait list 200 ulama versi Kemenag.
3.  Yusuf Mansur bersyukur tapi lebih tentram kalau tidak ada dalam daftar.
4.   Ustadz Abdul Somad dan ustadz Felix Siauw.
5.   Postingan Ustad Abdul Somad yang menarik sekaligus menggelitik.

Jumat, 13 April 2018

Ini Tips Agar Gemar Membaca dan Menghafal Al-Qur’an dari UZA


“Siapa yang hari ini membaca 2 juz Al-Qur’an?”

Itulah pertanyaan Ustadz Zakariyal Anshari (UZA), Lc  yang membuat puluhan jamaah Kajian Islam di ruangan Masjid Fatahillah Balaikota Provinsi DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018) petang itu mendadak terdiam. Hening seketika.
Pertanyaan kelima atau terakhir yang dilontarkan  UZA yang juga penulis buku ini terasa ‘menggampar’ wajah dan ‘mencubit’ hati, bukan hanya para jamaah pun saya pribadi.
Jujur, saya dan para jamaah yang lainnya terkejut sangat mendengar pertanyaan itu, dan tak menyangka sama sekali UZA bakal melemparkan pertanyaan itu.
Para jamaah termasuk saya sampai tidak bisa menjawabnya. Dengan kata lain, itu menunjukkan bahwa pada hari ini, tidak ada seorang pun yang membaca Al-Quran (mengaji) sebanyak 2 juz.
“Jangankan dua juz, setengah juz saja tidak,” bisik hati ini seraya menundukkan wajah karena  malu.
Anehnya tak lama kemudian, ustadz itu bertanya lagi. “Lalu siapa yang hari ini mengaji 1 juz?”. Tapi tak ada satupun jamaah yang menjawab.
Kemudian UZA menyambung lagi pertanyaannya. “Kalau gitu yang mengaji setengah juz hari ini ada?”. Tetap saja tak ada seorang pun yang menunjuk tangan, tanda tak ada seorangpun yang melakukan itu.
“Ya sudah hadiahnya buat pengurus masjid aja, karena tidak ada yang menjawab,” ujar UZA seraya memberikan buku ukuran saku.
Dalam acara Kajian Islam yang diselenggarakan oleh Tim Kajian Islam Pegawai Provinsi DKI Jakarta didukung Pemprov DKI Jakarta hari ini, UZA membagikan 5 buku karangannya, terbagi atas 3 buku berjudul  “Anda pun Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur’an” dan 2 buku saku tentang tips membaca Al-Qur’an, buat jamaah yang berhasil menjawab pertanyaannya.
Ustad satu ini memang beda. Biasanya ustad lainnya memberi kesempatan kepada jamaah untuk bertanya apa saja dalam sesi tanya-jawab di ujung pertemuan. Tapi dia, justru yang bertanya kepada jamaah.
Siapa yang bisa menjawab pertanyaannya seputar Al-Qur’an dan Sunnah Rosul (Hadist), langsung diberi hadiah berupa buku.
Selepas tunaikan Shalat Isya berjamaah dan Shalat Sunah Ba’da Isya, saya menemui UZA untuk meminta tips agar berminat, bersemangat, dan kemudian menggemari membaca Al-Qur’an sampai akhirnya menghafal.
Secara rinci, UZA menjawabnya. Pertama, harus mengetahui/memahami bahwa  keutamaan/keuntungan membaca Al-Quran itu sangat besar kebaikannya.
Dalam hadist disebutkan siapa yang membaca satu huruf dalam Al-Qur’an akan mendapatkan 10 kebaikan.
“Nah kalau orang itu membaca 10 huruf  berarti sudah mendapatkan 1.000 kebaikan. Bagaimana kalau Al-Qur’an yang dibacanya berjuz-juz tentu akan berlipat-lipat kebaikan yang diperolehnya,” terang UZA.
Nah kalau sudah tahu keutamaannya, lanjutnya pasti  akan bersemangat membaca Al-Qur’an.
Kalau dalam urusan dunia saja, misalnya selalu mendapat keuntungan dalam berdagang pasti akan membuat pedagang itu menjadi bersemangat.
“Sama halnya untuk urusan akhirat, harusnya bisa bersemangat membaca Al-Qur’an karena sudah tahu keuntungan yang didapatkan itu berganda-ganda,” tambah UZA.
Oleh karena itu mulailah membaca Al-Qur’an, memahami, mengkaji, mengamalkan, serta mengajarkannya, dan seterusnya.
Kedua, sebaiknya memahami pula bahwa Al-Qur’an itu dapat memberikan petunjuk.
“Kalau ingin petunjuk dan pasti  butuh terhadap bimbingan Allah maka harus membaca dan memahami Al-Qur’an. Karena yang memerintahkannya itu Allah,” terang UZA.
Tips ketiga, supaya termotivasi rajin membaca Al-Qur’an, harus memahami bahwa sesungguhnya yang mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat itu, tak ada cara lain selain kembali ke Al-Qur’an dan Hadist.
“Ketika paham tentang hal itu, pasti  akan terus dikejar/dipelajari. Untuk itu memang butuh hidayah Allah. Nah, agar dapat hidayah atau terpilih oleh Allah untuk menjaga firman-Nya itu harus terus berjuang dan berusaha,” terang UZA lagi.
Menurut UZA dibutuhkan sebuah motivasi dan metode untuk meraihnya.
“Tentu motivasi dan metode yang dibuat haruslah mencontoh generasi terdahulu yang sukses. Bukan motivasi dan metode yang hanya menumbuhkan semangat sesaat kemudian diakhiri dengan rasa putus asa yang tiada berkesudahan,” jelasnya.
Tips berikutnya (keempat), sebaiknya belajar mengaji dengan guru mengaji. “Minimal  duduk di majelis ilmu/kajian/tadaburan untuk memotivasi belajar Al-Qur’an,” pesan UZA.
Selanjutnya (kelima), membaca/memahami Al-Qur’an memang bisa dimana aja, baik itu di rumah, di perjalanan kereta dan bus/angkot, di kantor, dan lainnya.
“Tapi sebaik-baiknya tempat, sebaiknya di rumah Allah,” imbau UZA.
Keenam, belajar atau membaca Al-Qur’an memang boleh saja lewat HP Android. Namun sebaiknya menggunakan kitab Al-Qur’an karena itu salah satu bukti bahwa kita serius dan bersemangat belajar Al-Qur’an.
“Kalau memakai HP, nanti sebentar-sebentar terganggu atau dilalaikan dengan membaca  WA, nge-cek medsos, dan lainnya. Yang melalaikan justru bisa lebih panjang/lama daripada mengajinya,” tambah UZA.
Tips terakhir atau ketujuh, kalau ingin hafal 30 juz Al-Qur’an, sambung UZA dibutuhkan tekad atau niat yang kokoh, semangat yang kuat, dan tentu saja  metode yang tepat.
“Kalau sudah punya niat yang bulat, langkah-langkah selanjutnya Insya Allah  menjadi lebih ringan. Tingkat keberhasilannya itu tergantung ketekunan. Kalau mau sukses sebagai hafiz/hafizoh, ya harus tekun membaca dan menghafalnya,” pungkasnya.
Sepulang memberi makan rohani dengan siraman Kajian Islam dari Ustadz Zakariyal Anzhari, Lc, saya masih terngiang-terngiang dengan pertanyaannya seperti tersebut di awal tulisan ini.
“Ya Allah, teguhkan hati hamba agar senantiasa bersemangat membaca Kitab Suci-Mu, Ayat-Ayat Cinta-Mu. Jangan sampai pekerjaan, kesibukan apalagi kegemaran dan segala macam urusan serta permainan dunia melalaikan hamba,” begitu kata hati sambil merenung dalam-dalam.

Naskah & foto:  adji kurniawan (kembaratropis@yahoo, ig: @adjitropis)

1. Ustad Zakariyal Anshari (UZA), Lc pemberi materi Kajian Islam dan Bedah Buku.

2. Suasana Kajian Islam di Masjid Fatahillah Balaikota Jakarta.

3. Masjid Fatahillah Balaikota yang diresmikan Presiden Jokowi.
4. UZA menjelaskan keuntungan membaca dan menghafal Al-Qur'an.
5. Buku karangan UZA ini bisa jadi pedoman untuk bisa menghafal 30 Juz Al-Qur’an.
6. UZA menandatangani buku karangannya itu buat jamaah.

Senin, 02 April 2018

Balasan Puisi Buat Sukmawati Bukan Cuma dari Indonesia pun Palestina, Judulnya ‘Untuk Ibu Indonesia’


Sejumlah puisi mendadak marak di media sosial, termasuk media masa.  Puisi-puisi itu bukan untuk merayakan Hari Puisi Sedunia (World Poetry Day) 21 Maret lalu, melainkan sebagai balasan atas puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan Sukmawati dalam acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya' di Indonesia Fashion Week 2018 di JCC, Kamis (29/3). Sebab puisi yang dibacakan oleh salah satu anak perempuan Presiden Soekarno itu, isinya dituding melecehkan syariat Islam karena membandingkan azan dengan kidung dan juga cadar dengan sari konde.

Puisi-puisi balasan itu bukan cuma datang dari Indonesia tapi juga dari Palestina, seperti puisi berjudul ‘Untuk Ibu di Indonesia’ yang ditulis dan dibacakan langsung oleh Muhammad Husein di Pantai Mediterania, Jalur Gaza, Palestina, yang kemudian divideokan dan diunggah ke akun Instagram (IG)-nya @muhammadhusein_gaza.

“Saya bukan pujangga, bukan pula penulis puisi. Tapi, kalau dengan sebuah puisi Ibu Sukmawati saja bisa melecehkan syari’at Islam, maka kenapa saya tidak bisa berpuisi untuk meluruskannya?” begitu tulis Muhammad Husein di bawah video tersebut.

“Dari Pantai Mediterania, Jalur Gaza, Palestina, saya bacakan puisi ini untuk didengar oleh para ibu di Indonesia (termasuk Ibu Sukmawati),” terangnya.

Muhammad Husein pun mempersilahkan warganet untuk menyebarluaskan video pembacaan puisi balasannya tersebut.

“Silahkan repost seluas-luasnya… Semoga menjadi tabungan pemberata timbangan di hari hisab,” tegasnya.

Dalam video tersebut Muhammad Husein membacakan puisi ‘Untuk Ibu di Indonesia’ sambil duduk di kursi berwarna oranye berlatar tulisan I LOVE (tanda hati) GAZA berwarna merah.

Dia mengenakan kemeja panjang berwarna biru dongker dan celana blue jeans panjang serta memegang HP dengan cover putih yang disambung dengan earphone juga berwarna putih. Dia membacakan puisi tersebut di siang hari, terlihat dari bayangan kursi dan badannya.

Dalam video itu terlihat juga Laut Mederetirina yang biru serta terdengar suara gemuruh angin laut, meskipun ada back sound suara alunan musik.

Pembacaan puisi yang ditulis di HP-nya itu, diawalinya dengan membaca Bismillahirrohmanirrohim dan mengucapkan salam Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Begini penggalan puisinya:

Untuk Ibu di Indonesia

Aku tahu syari’at Islam karena ibuku lah orang pertama yang tanamkan itu dij iwaku

Ada yang bilang sari konde ibu sangatah indah

Lebih cantik dari cadar yang kakak gunakan

Tapi ibuku berpesan… 

‘Nak, cantik di mata kalian… belum tentu cantik di mata tuhan

Indah di mata kalian… belum tentu indah di mata Tuhan”

Aku terlahir dari ibu Indonesia…

Puisi yang disukai 522 warganet itu pun mendapat beragam komentar.

Subhanallah sampai ke Gaza puisi ibu konde… seorang anak proklamator menyampaikan puisi penuh sara dimana jiwa kebhinekaan ibu... dengan mudahnya membuat puisi seperti itu… Astagfirullah semoga Allah segere beri hidayah sebelum datang malaikat pencabut nyawa menghampirumu,” tulis pemilik akun @iimryz.

Mantap mas… Moga hidayah hadir buat seluruh alam terkhususunya ibu sukmawati,” ungkap @duniaakhirat973.

Masya Allah... indah sekali puisinya akhi, semoga sampe ke telinga Ibu Sukmawati,” sambung @latifah.dpoendjoel.

Ada juga warganet yang terharu dengan puisi tersebut dan tak lupa mendoakan Muhammad Husein agar selalu dilindungai Allah.

Masya Allah... terharu semoga Allah selalu melindungi @muhammmadhusein_gaza dan juga saudara/sudari kita di Gaza Palestine, Aamiin,” ujar @khanza_78.

Makasi y atas puisi balasanx q suka salam ya buat saudaraku d Gaza semoga selalu dalam lindungan Allah…,” tulis @sholeha_muslim.

Tak lama kemudian, video pembacaan puisi balasan dari Palestina tersebut di-repost sejumlah akun IG lainnya seperti @fans_uas_jember yang disukai 15 warganet, @alinixzero (14), @abu_nawas_01 (30), @hujan_kabut (12), @ridowahyudi124 (7), @majelisdistorsi (8), @ismi_411 (3), @iwan.prast (5), @mujahid_sosmed_ (4), @suwendi (9), dan  @pemuda_hijrah yang disukai 1.562  warganet dengan 58 komentar dengan diberi tagar #pemuda_hijjrah.

Di Indonesia sendiri ada Doni Riw, Ozye Al-mahdaly, dan Ustadz Felix Siauw yang lebih dulu membuat puisi balasan yang indah dan penuh makna.

“Baju dan gaya rambut nenek moyang dianggap jati diri. Mereka lupa, ketika ajal tiba, semua akan sirna. Bangsa, warna kulit, baju, konde, semua sirna. Ada makna seluas samudera di balik jasad kasat mata. Jati diri tak sedangkal itu. Jati diri sesungguhnya adalah kesadaran akan hakikat diri sebagai manusia,” begitu sepenggal puisi Doni Riw berjudul ‘Konde dan Jati Diri Manusia' yang diunggahnya di akun IG-nya @doniriw.

Berikuti puisi lengkap Doni Riw:

KONDE & JATI DIRI MANUSIA, © Doni Riw

Sebagian manusia mencari jati diri dari tubuh jasmani. Si kulit putih merasa berjati diri barat. Si kulit kuning merasa berjati dirinya timur. Si kulit cokelat merasa berjati diri tenggara.

Baju dan gaya rambut nenek moyang dianggap jati diri. Mereka lupa, ketika ajal tiba, semua akan sirna. Bangsa, warna kulit, baju, konde, semua sirna. Ada makna seluas samudera di balik jasad kasat mata. Jati diri tak sedangkal itu. Jati diri sesungguhnya adalah kesadaran akan hakikat diri sebagai manusia. Dari mana dia berasal. Untuk apa dia hidup. Ke mana dia menuju.

Sedang jawaban atas ketiganya bukan berlandas perasaan suka-suka. Tapi melalui proses aqliah yang penuh waspada. Proses aqliah yang sadar akan batas akalnya.

Wahai ibu... Jika kau serius, sungguh-sungguh, dan jauh dari rasa angkuh, kau akan menemukan kebenaran Allah, RasulNya, AlQuran, dan SyariatNya.

Kau akan memahami surga dan neraka seperti kau melihat dengan mata kepalamu sendiri. Baru kau akan paham, apa itu adzan, apa itu hijab, apa itu perintah Allah.

Kau kan mengerti bahwa tak ada yang lebih peting selain tunduk pada perintah Nya. Kau akan paham, bahwa bukan hijab atau cadarnya yang penting. Tetapi ketundukan pada Allah ta'ala lah yang utama.

Andai saja Allah tak mewajibkan hijab, tetapi mewajibkan kebaya dan konde, maka muslimah di seluruh dunia akan meninggalkan hijab dan berbondong mengenakan kebaya dan konde.

Tanpa banyak alasan, apakah kebaya dan konde itu budaya Arab atau Jawa. Karena bagi manusia yang telah paham jati dirinya, semua gemerlap jasadi itu tak lagi penting.

Seluruh gemerlap jasad itu ditundukkan sepenuhnya pada jati diri hakiki. Yaitu jati diri sebagai hamba Allah yang harus tunduk patuh pada perintahNya.

Jogja 2418

Puisi yang di sukai 495 warganet itupun mendapat bermacam komentar.

Indah... bermakna... penuh pesan dan pengajaran…,” tulis pemilik akun @yan_ardiansyah648. “Herannn...masih ada aza manusia sedangkal beliau...rasa benci membodohkan segalanya... nauzubillah...,” ungkap @janeeta_shahia.

Kerenn abis... semoga ibu itu dapat hidayah," ungkap @muhhimam. Sedangkan @bundasafiyya mengatakan: “smoga trah kel.itu mendpt hidayah Islam”.

Sementara puisi Ozye Al-mahdaly berjudul ‘Puisi Muslimah Indonesia’ diunggah pemilik akun IG @nisaa_ummumaryam.

Begini isi puisi lengkapnya:

Dulu aku buta syariat. Menyangka konde bagian dari etika penampilan seorang muslimah

Nyatanya tidak, menutup keindahanlah yg menjadi perintah Tuhanku, karena aku seorang muslim.
Dulu aku buta syariat, sekalipun terlahir islam.
Namun suara azan adalah pengingat lima kali sehari bagi hati yg kosong. Lebih kurindu melebihi kerinduan pada lantunan apapun.

Dulu aku begitu pandir, menyangka sabda bisa dilawan dgn akal. Namun ternyata aku celaka!
Tanpa sadar, kutelanjangi kebencian dan kebodohan atas Kalam Tuhanku, karena Dia adalah pemilik jiwa yg berhak atas penghambaanku.
Duh, aku semakin ketakutan, karena ancaman begitu jelas di dalam Kitab Suciku
Bahwa siksaan dan kekafiran adalah balasan bagi setiap yg ingkar lagi mengolok-olok. Dan neraka akan mengekalkan.

Kini aku semakin yakin dan butuh syariatku
Bahwa menutup keindahan wanita adalah bagian dari Iman, bukan budaya. Bahwa konde yg tergelung tinggi adalah perbuatan terlaknat!
Dan saya bangga menanggalkannya...

Kalau tak tahu syariat, usah bernyanyi
Diam itu lebih selamat bila tak jua mengerti.
Karena Perintah Tuhanku tak akan ada tandingannya. Kecuali dari dua jenis manusia: Bodoh dan angkuh penentang!

Dulu ku bodoh dan buta syariat
Menyangka pahala dan siksa hanyalah hikayat berdebu pengantar tidur

Namun sekarang setiap kisah kematian adalah ketakutan terdahsyat yg memaksa sadarku
Aku buta dahulu, namun Imanlah yg membuatku bisa melihat keindahan syariat agamaku!

Ditulis oleh: Ozye Al-Mahdaly hafidzahallah ta'ala

Puisi yang disukai 707 warganet itu pun ramai komentar bernada pujian.

Izin repost Ukh, puisinya bagus dan bermakna,” tulis si empunya akun @ukh_muth.

Maasya Allah... maaf izin repost,” kata @khadijahdany.

Sementara puisi yang ditulis Ustadz Felix Siauw (UFS) berjudul 'Kamu Tak Tahu Syariat'.

"Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti," begitu penggalan puisi UFS yang ia posting melalui akun IG-nya @felixsiauw, Senin (2/4/2018).

Berikut puisi lengkap UFS tersebut:

Kamu Tak Tahu Syariat

Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti

Bila engkau mau mengkaji, engkau akan memahami bahwa hijab itu bukan hanya pembungkus wujud, tapi bagian ketaatan, sebagaimana saat engkau ruku dan sujud

Engkau juga akan mengerti, bahwa membandingkan konde dan cadar itu perkara menggelikan, sebab yang satu ingin terjaga, yang lain malah mengumbar

Kalau engkau tak tahu syariat Islam, hal paling pintar yang engkau lakukan adalah diam. Sebab bicara tanpa ilmu itu menyesatkan, berjalan tanpa pelita di gelap malam

Pastinya juga engkau tak tahu bahwa negeri ini dibangkitkan darah perlawanannya oleh kalimat takbir, yang enam kali dilantangkan dalam azan yang engkau tuduh tak lebih merdu dibanding kidung ibu

Tanpa Islam tak ada artinya Indonesia, maka dimulakan negeri ini dengan "Atas berkat rahmat Allah". Islam adalah ruh Indonesia, nyawa Indonesia

Takkan berdaya wanita Indonesia tanpa Islam, yang telah menuntun mereka dari gelapnya penjajahan menuju cahaya kemerdekaan. Dari sekeder pelengkap jadi tiang peradaban

Dan kini aku menggugat dirimu, mempertanyakan dirimu, siapa kamu sebenarnya?

Mengapa cadar dan azan begitu mengganggu dirimu, membuat engkau resah? Yang kutahu, hanya penjajah yang begitu

Tak paham konde, tak mampu berkidung, tak jadi masalah. Tapi tak tahu syariat mana bisa taat?

Tak Indonesia tetap bisa menghuni surga, tak Islam maka tak ada lagi penolong di satu masa yang tak ada keraguan di dalamnya

Kalau engkau tak tahu syariat. Mari sini ikut melingkar dan merapat. Akan aku sampaikan biar engkau pahami, bagi mereka yang beriman, tak ada yang lebih penting dari Allah dan Rasul-Nya

Puisi UFS yang disukai 91.469 warganet itu pun mendapat 3.681 komentar dari sejumlah public figure dan ustadz lainnya.

Presenter dan pemain film Arie Untung lewat akun IG-nya @ariekuntung misalnya memberi komentar begini:

Gpp tadz, setiap adzan dikumandangkansetan kan pada kabur karena tidak suka, kalau beliau tidak suka mungkin ga usah dijabarkan siapa beliau. Budaya bertoleransi sdh dilupakan, tapi ini malah leih memudahkan umat Islam kok tada. Fihak pembenci Islam sudah jelas sejelas2jelasnya yg mana. It’s bitter sweet blunder tadz,” tulis suami artis Fenita Arie ini.

Nyesek bgt dgr puisi sampahnya busuk, ngaku pemeluk islam tp ga tau syariat, trus selama ini dia ngapain ajaaaa ..., kata @siswati_helen.

Dia kepanasan saat dengar adzan…,” ungkap @taufik_kollogy.

Mungkin Allah mau menunjukkan siapa dia sejatinya dari mulut dia sendiri, semoga setelah kejadian ini, makin membukakan mata kita semua, siapa sebenarnya musuh Islam,” kata @nunungth.

Sejumlah warganet lainnya berkomentar Allahu Akbar, Subhanallah, Masya Allah, dan lainnya serta memuji puisi/tulisan UFS, di antaranya si empunya akun @eva_arman. “MasyaAllah kena banget Ustadz, izin share ya Ustadz,” pujinya.

Puisi UFS tersebut pun dikutip sejumlah akun IG, antara lain @keripikpedas_, @pemuda_hijjrah, @indonesiabertauhidid, dan @mozaik_islam serta di CC ke @yukngajiid dan @hijabalila oleh UFS.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Foto: @muhammadhusein_gaza, @doniriw, @nisaa_ummumaryam & @felixsiauw

Jumat, 30 Maret 2018

Rifdah Juara II MHQ Sedunia, Dapat Hadiah Pergi Haji dari Ulama Mekkah


Rifdah Farnidah, juara II Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) Sedunia 2018  di Yordania tak kuasa menahan haru saat Sheikh Khalid Al Hamoudi memberikannya hadiah pergi haji bersama kedua orangtua dan dosen pembimbingnya. Bahkan ulama dari Mekkah itu mengangkat Rifdah sebagai anak perempuannya yang ketiga.


Hadiah-hadiah itu disampaikan langsung oleh Sheikh Khalid Al Hamoudi  di depan Gubernur Anies Baswedan dan tamu undangan lainnya dalam acara penyambutan Rifdah di Gedung Balai Kota/Kantor Gubernur DKI Jakarta, Kamis (29/3/2018) malam.


“Semalam Rifdah kami undang ikut hadir dalam acara silaturahmi ulama di Balai Kota. Ia datang bersama ibundanya, dan pembimbingnya, Hj. Mutmainnah, dosen di Institut Ilmu Al Quran,” kata Anies tentang sekelumit kisah penyambutan Rifdah semalam di Balai Kota yang ia tulis di akun Instagram (IG)-nya @aniesbaswedan, Jumat (30/3/2018).

“Di tengah acara, saya undang Rifdah maju. Di depan ia bacakan penggalan Quran, dari surah Al Hasyr ayat 18-24,” lanjut Anies.

Di ruang depan Balai Kota yang usia bangunannya dua abad, di ruang yang tak biasa jadi tempat dilantunkannya Al-Quran, puluhan ulama, habib, ustadz dan ustadzah hening, haru dan khusyuk menyimak lantunan ayat dari suara Rifdah yang bening.

“Sebagian kita yang hadir mulai terlihat mengusap butiran air dari matanya,” ujar Anies.

Sesudah Rifdah selesai lantunkan penggalan Quran itu, Sheikh Khalid Al Hamoudi, tamu kehormatan kita malam itu, seorang ulama dari Mekkah, angkat bicara.

Sheikh Khalid sampaikan kekaguman dan apresiasi kepada Rifdah.

Lalu beliau umumkan, “Perkenankan saya sampaikan hadiah kepada Rifdah. Kami akan sepenuhnya fasilitasi Rifdah bersama kedua orangtuanya, juga ibu dosen pembimbing Rifdah beserta suaminya, untuk diberangkatkan ibadah haji. Saya akan tunggu dan sambut di Mekkah, di mana Rifdah dan rombongan akan menjadi tamu Allah, dan tamu kehormatan di mata saya”.

“Puluhan hadirin sontak bertakbir dan tahmid. Ruangan bergema, hati tergerak, mata membasah,” tulis Anies.

Belum selesai, Sheikh Khalid lanjutkan: “Saya punya dua anak perempuan yang juga hafidzah dan sudah lancar tilawah Quran dalam berbagai qiroat. Kini saya punya tiga anak perempuan, Rifdah saya angkat menjadi anak perempuan saya yang ketiga."

Mendengar itu, sambung Anies, tak ada hadirin yang tak terharu mendengarnya. “Puluhan pasang mata menitikkan airnya. Takbir dan tahmid bersahutan. Bangunan kokoh Balai Kota terasa bergetar,” tulisnya lagi.

Rifdah hafidzoh asal Sumedang, Jawa Barat baru kembali dari Yordania ikuti Musabaqah Hifdzil Quran Sedunia 2018 yang berlangsung 6 hari (19-24/3) dan dia meraih juara II. Sementara juara kesatu disabet hafidzah Aljazair dan juara ketiga Iran.

“Hanya ia juara yang bukan berasal dari negara Timur Tengah,” tulisa Anies yang IG-nya diiikuti 1,1 warganet.

Rifdah usianya baru 22 tahun. “Ia masih belia dan ia bawa nama Indonesia cemerlang di panggung dunia,” puji Anies.

Unggahan Anies yang disukai 77.202 warganet saat berita ini SiarMasjid tulis, pun mendapat banyak komentar haru dari warganet.

“Subhanalloh sangat menginspirasi,” kata pemilik akun @miw_umiya.

Ucapan senada juga utarakan @hafizfirgian. “MasyaALLAH sangat luar biasa, sangat membahagiakan, sangat inspiratif”.

Pemilik akun @deirmay meminta Anies begini. “Sering2 posting berita seperti ini, pak, inspiring”.

Komentar lain selebihnya mengucapkan Masyaa Allah, Allahu Akbar, Alhamduliilah, dan Subhanallah.

Ada juga yang berdoa semoga anaknya bisa seperti yang disampaikan @edward_yudi. “Subhanallah semoga anakku kelak seperti mba rifdah pinternya...aamiin”.

Begitupun dengan @salwailmira.  “Subhanallah allahuakbar, ya robb... Jadika,n putri hamba Salwa Diana ilmira menjadi seorang hafidzoh, dan jadikan muslimah yang taat, semoga kelak menjadi negara kak rifdah farnidah aamiin...,” tulisnya.

Tak lama kemudian, seorang penyiar radio meng-upload foto Rifdah bersama Anies, orangtua, dan guru pendamping Rifdah usai selesai acara penyambutan di Balai Kota, di akun IG-nya @noviooktavianti.

Menurut Novi butuh proses yang panjang untuk menghafal Al Qur'an, dan butuh keistiqomahan.

Novi pun mengucapkan selamat atas hasil yang luar biasa untuk Rifdah Harnidah yang telah membawa nama Indonesia dipanggung dunia.

“Kuasa Allah SWT mengangkat derajat seseorang dengan Al Qur'an seakan dunia yang menghampirinya. Allah yang berkuasa atas kehendakNYA. Salut banget dengan kesabaran dan itqan-nnya. Kita aja Juz 30 belum tentu Hafal,” tulis Novi dengan tak lupa memberi taggar #rifdahfarnidah

Sebelumnya meraih juara II di ajang MHQ 2018 tingkat internasional di Yordania, Rifdah sudah mengantongi bekal juara 1 MTQ tingkat Nasional JQHNU golongan 5 juz di Kalimantan Barat tahun 2012, juara 1 MTQ Nasional golongan 10 juz di Nusa Tenggara Barat tahun 2016, dan juara 1 MTQ Nasional golongan 30 juz di Kalimantan Barat tahun 2017.

Kata salah seorang dosen pembimbing Rifdah yakni Mutmainnah yang mengajar di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta, Rifdah itu seorang hafidzah yang mutqin, maksudnya hafidzah yang benar-benar hafal Al-Quran 30 juz dengan lancar tanpa melihat mushaf Al-Quran.

Allahu Akbar, bangga dan salut.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Foto: @aniesbaswedan, @novioktavianti_annisa, @okisetianadewi & @rifdah_farnidah

Captions:

1.Rifdah Farnidah (berhijab pink) tak kuasa menahan haru mendapat hadiah dari ulama Mekkah dalam acara penyambutan atas prestasi dunianya di Gedung Balai Kota/Kantor Gubernur DKI Jakarta.

2.Rifdah berfoto bersama orangtua,  Gubernur Anies Baswedan, dan dosen pembimbingnya di  Gedung Balai Kota.

3.Rifdah saat wisuda S.Ag, 26 Agustus 2017

4.Rifdah ketika mengikuti lomba Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) Sedunia di Yordania Maret 2018, dimana ia menyabet Juara II.

5.Rifdah sewaktu berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, Jateng, 3 September 2016.