berita masjid masjid raya masjid unik masjid bersejarah surau ceramah profil

Senin, 29 Mei 2017

Ini yang Bikin Masjid Raya Sumatera Barat Potensial Menjaring Wisatawan

Bukan masjid tua apalagi bersejarah. Tapi karena arsitekturnya memadukan konsep modern dan tradisional membuat Masjid Raya Sumatera Barat ini potensial menjaring wisatawan. Buktinya sejumlah wisatawan yang berwisata di Ranah Minang, tak lupa menyambanginya.

Mungkin bagi orang Minang, arsitektur masjid terbesar di Sumatera Barat (Sumbar) ini sesuatu yang biasa. Namun bagi wisatawan dari luar Sumbar tentu gaya bangunan masjid yang berada  Kecamatan Padang Utara, Kota Padang ini punya daya tarik tersendiri.

Konstruksi masjid ini terdiri atas tiga lantai. Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang shalat merupakan ruang lepas yang terletak di lantai dua, terhubung dengan teras terbuka yang melandai ke jalan.

Lantai dua ditopang oleh 631 tiang pancang dengan pondasi poer berdiameter 1,7 meter pada kedalaman 7,7 meter. Sedangkan lantai tiga berupa mezanin berbentuk leter U dengan luas 1.832 meter persegi.

Kekhasan utamanya, bangunan utama masjid ini berbentuk persegi yang melancip di keempat penjurunya. Bentuk itu mewakili atap ber-gonjong pada rumah adat Minangkabau, yakni Rumah Gadang.

Arsiteknya bernama Rizal Muslimin. Dia pemenang sayembara desain yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada 2007.
Rancangannya dinilai bersahabat dengan geografis Sumbar yang memang termasuk rawan gempa.

Kabarnya Masjid ini dirancang mampu menahan gempa hingga 10 SR sekaligus bisa dijadikan shelter lokasi evakuasi bila terjadi tsunami, terutama di lantai 2 dan 3.

Selain itu rancangannya juga dilengkapi pelataran, taman, menara, ruang serbaguna, fasilitas komersial, dan bangunan pendukung untuk kegiatan pendidikan.

Masjid yang groundbreaking atau peletakan batu pertamanya pada 21 Desember 2007 oleh Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi ini menempati area seluas 40.343 meter persegi.

Lokasi tepatnya di perempatan antara Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Ahmad Dahlan. Boleh dibilang sangat strategis, lantaran termasuk berada di jantung Kota Padang.

Masjid dengan pajang dan lebar bangunan 65 meter x 65 meter dan tinggi  bangunan  mencapai 47 meter ini memiliki bangunan utama terdiri dari tiga lantai yang mampu menampung sekitar 20.000 jamaah.

Lantai dasarnya dapat menampung 15.000 jamaah, lantai kedua dan ketiga sekitar 5.000 jamaah. Di lantai pertama juga terdapat ruang salat, toilet, wudhu, dan areal parkir.

Shalat Jumat perdana menandai pembukaan Masjid Raya Sumatera Barat untuk shalat rutin pada 7 Februari 2014. Ketika itu masjid dibuka untuk umum dengan frekuensi terbatas, karena belum rampungnya fasilitas listrik dan air bersih.

Sewaktu SiarMasjid menyambangi masjid yang berjuluk Mahligai Minang belum lama ini, boleh dibilang hampir rampung 100%.

Ketika itu sejumlah jamaah dari luar Kota Padang terlihat berfoto berlatar masjid indah ini. Begitupun dengan pengunjung dari luar Sumbar yang tengah berwisata di Kota Padang, terlihat asik mengabadikan arsitektur khas masjid ini.

“Nah semestinya kalau bikin masjid baru ya seperti ini, biar modern tapi tetap menonjolkan arsitektur tradisionalnya. Alhasil diminati wisatawan dari luar Sumbar,” kata Nurdin pengunjung asal Jakarta yang sengaja singgah ke masjid tersebut usai melihat even budaya Tabuik di Kota Pariaman, Sumbar.

Disamping menyelenggarakan Shalat Fardhu 5 waktu dan Shalat Jumat, pengurus masjid ini pun kerap menyelenggarakan Dakwah Islam atau Tabliq Akbar dan kegiatan Hari Besar Islam.

Aktivitas Ramadhan 1438 H tahun ini di Masjid Raya Sumbar mulai terasa sejak Ustadz Adi Hidayat hadir di masjid ini untuk memberikan kajian dengan Judul "Tahrib Ramadhan"pada 16 Mei 2017 lalu.

Tabligh Akbar  yang  juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sumbar, Ali Asmar ini dikunjungi ribuan jamaah, termasuk dari luar Kota Padang bahkan dari luar Sumbar.

Ini membuktikan Masjid Raya Sumbar yang menjadi salah satu ikon wisata religi di Kota Padang ini amat potensial menjaring wisatawan.
Apalagi kalau setiap even yang diselenggarakan di masjid ini dipromosikan dengan gencar jauh-jauh hari lewat berbagai media, termasuk media sosial (twitter, facebook, dan instagram). Tentu akan menarik lebih banyak lagi jamaah dari luar Sumbar untuk datang ke masjid megah dan indah ini.
Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: radian ghani & kemenag.go.id 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar