berita masjid masjid raya masjid unik masjid bersejarah surau ceramah profil

Jumat, 01 Juni 2018

Ini Rahasia Kemakmuran Masjid Jogokariyan Sampai Bergaung ke Mancanegara


Meskipun bangunannya tak sebesar dan semegah Masjid Istiqlal di Jakarta, Masjid Kubah Emas di Depok, Masjid Al Akbar di Surabaya, Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, ataupun Masjid Agung Natuna di Ranai, Kabupaten Natuna dan sejumlah masjid lain, namun Masjid Jogokariyan di Jogja terbilang makmur, tersohor namanya, dan sukses menjadi salah satu masjid yang berhasil menarik kunjungan wisatawan baik saat maupun diluar Ramadhan.

Sampai akhirnya timbul pertanyaan kenapa Masjid Jogokariyan yang berdiri di tengah kampung di pinggiran Selatan Kota Jogja ini bisa makmur dan tersohor keberadaannya sampai ke mancanegara?

Masjid Jogokariyan beralamat lengkap di Jalan Jogokariyan 36, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Jogja, Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Masjid yang dibangun tahun 1966, dan setahun kemudian digunakan ini diberi nama sesuai nama kampung tempat masjid ini berdiri yakni Jogokariyan.

Kabarnya ini mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang memberi nama masjid yang didirikannya sesuai dengan di mana masjid itu berada.

Pembangunan masjid ini berawal dari wakaf seorang pedagang batik dari Karangkajen, Yogyakarta.

Posisi awalnya di sebelah selatan kampung Jogokariyan, kemudian pindah ke tengah kampung, dan sekarang dengan segala perkembangannya,  masjid ini berdiri di sudut perempatan kampung.

Semula masjid ini hanya terdiri atas bangunan inti sebesar mushola.

Setelah tahun 2006, pengurus masjid mendirikan Islamic Center di bagian Timur bangunan utama.

Segala aktivitas pelayanan jamaan kerap ditempatkan di Islamic Center Masjid Jogokariyan.

Berdasarkan pengamatan SiarMasjid, kemakmuran dan ketersohoran Masjid Jogokariyan dipicu beberapa faktor pendukung.

Pertama pengurus masjid ini punya visi dan misi yang kuat. Visinya ingin mewujudkan masyarakat sejahtera lahir bathin yang diridhoi Allah melalui kegiatan kemasyarakatan yang berpusat di masjid.

Misinya antara lain menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, pusat kegiatan masyarakat, tempat rekreasi rohani jama’ah, dan sebagai pesantren dan kampus masyarakat.

Kedua pengurus dan remaja masjidnya aktif, kompak, dan kreatif.

Tahun ini saja remaja masjidnya menggelar even Muslim Art Competition berskala Nasional 17-18 Maret lalu dan Lomba Mural Tingkat Nasional 20 Februari-9 Maret lalu.

Selama Ramadhan 1439 H, pengurusnya menyelenggarakan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan dengan berbagai kegiatan seperti pengajian jelang ramadhan, berbagi sembako sahur, pembukaan pasar sore, taraweh dengan imam dari negeri Syam, kajian  obrolan dan lagu (kolag), ngobrol inspirasi (ngopi), kajian muslimah “parenting”, tabligh akbar, sahur bareng, qur’an camp, Ramadhan kids corner, tarawih ala Madinah 1 juz, Hamas Activity, dan  i’tikaf 10 hari full.

Khusus i’tikaf akan dimulai Senin, 4 Juni 2018 dengan agenda check in dan  pembukaan dilaksanakan pada pukul 16.00 (setelah sholat Ashr) di masjid Jogokariyan dengan biaya pendaftaran Rp 300 ribu.

Peserta i’tikaf yang sudah mendaftar bukan hanya dari Yogyakarta dan sekitarnya tapi juga dari Semarang, Purwokerto, Purwakerta,  Bekasi, Tangerang,  Lampung, Palembang, dan Palu, bahkan dari Aceh.

Fakor pendukung ketiga, masjid yang logonya terdiri dari tiga bahasa yakni Arab, Indonesia, dan Jawa ini pun memiliki  sarana promosi segala kegiatannya lewat beragam akun media sosial (medsos) yang lengkap mulai dari Facebook, Twitter, dan Instagram bahkan memiliki Website sendiri yang dikelola secara aktif, kreatif, dan menarik.

Kontaknya pun lengkap mulai dari email, nomor telp, sampai nomor WA sekretariat, penginapannya, dan  pengurus donasi/baitul maal-nya.

Melihat semua itu wajar jika masjid ini mendapat juara 1 hingga juara harapan 2 masjid besar percontohan DIY tahun 2016.

Pada tahun yang sama, masjid ini mendapat penghargaan sebagai  masjid besar percontohan idarah Nasional oleh Kemenag RI.

Masjid ini pun kerap dikunjungi para pengurus masjid lainnya untuk melakukan studi banding.

Bukti kalau masjid ini juga kerap dikunjungi wisatawan, di masjid ini dilengkapi dengan penginapan.

Kamar regulernya ada 10 kamar dengan tarif Rp 150 ribu per malam, sudah dilengkapi dengan fasilitas AC, air panas, TV, dan kamar mandi di dalam.

Ada juga family room 1 kamar Rp 250 ribu per malam dengan fasilitas AC, air panas, TV, kulkas, dan bathup.

Menurut pengurusnya penginapan tersebut milik Masjid Jogokariyan yang dibuat untuk menunjang gerakan masjid mandiri.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @masjidjogokariyan

Captions:

1.  Masjid Jogokariyan, bukan hanya sekadar masjid.

2.  Lokasi Masjid Jogokariyan di Kota Jogja.

3.  Suasana jelang berbuka puasa di Masjid Jogokariyan.

Selasa, 29 Mei 2018

Masjid Semakin Dimakmurkan, Semakin Memakmurkan


Judul tulisan di atas itu adalah ungkapan yang terlontar dari mulut Menteri Pariwisata  (Menpar) Arief Yahya beberapa waktu lalu. Terkait omongannya itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dipimpin menteri Muslim asal Banyuwangi itu akan menentukan masjid-masjid yang bakal dikelola secara profesional, baik secara ekonomi maupun spiritual, bersama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

“Target destinasi religi berbasis masjid itu, bisa berkontribusi sebesar 10 persen bagi jumlah wisatawan musim atau family friendly,” terang Arief Yahya.

Menurutnya masjid merupakan Destinasi Wisata Religi yang mengandung spiritual value dan economic value. Oleh karena itu harus dikelola secara modern dengan ekosistem pariwisata halal.

“Misalnya masalah kebersihan harus diperhatikan, pengelolaan menggunakan teknologi informasi dan lain-lain,” pesannya.

Dia pun mengimbau Pemerintah Daerah agar berkomitmen dalam mengembangkan Destinasi Wisata Religi berbasis masjid tersebut. 

"Atraksi bisa dikembangkan karena bernilai sejarah, keunikan serta aktivitas yang ada pada masjid atau destinasi yang dipilih," tambahnya.

Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan mengatakan masjid yang dipilih harus dikaitkan dengan kaidah pengembangan Destinasi.

“Artinya terpenuhi unsur Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas atau 3A-nya dan populer namanya serta memang sudah banyak dikunjungi wisatawan misalnya seperti Masjid Sang Cipta Rasa di Keraton Kasepuhan Cirebon,” terangnya.

Menurut Riyanto selain Cirebon, destinasi wisata religi berbasisi masjid lainnya yang dikembangkan antara lain Pondok Pesantren Tebuireng, Masjid dan Makam Sunan Ampel, Masjid Demak, Makam Sunan Gunung Muria, Makam Kesultanan Banten, Makam Kesultanan Siak, Makam Syekh Makhmud Barus, dan Makam Syekh Yusuf.

"Pondok Pesantren Tebuireng (Makam KH Abdurrahman Wahid), Jombang, Jawa Timur di luar bulan Ramadhan biasanya dihadiri 2000  peziarah perhari, dari segala juru Nusantara. Menjelang Ramadan dapat meningkat sampai 2 kali lipat," jelasnya.

Sementara, Makam Syekh Makhmud Barus di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara merupakan Titik Nol Penyebaran Islam di Nusantara pada tahun lalu.

"Ada juga Makam Syekh Yusuf di Makassar dimana Syekh Yusuf merupakan penyebar agama Islam di Afrika Selatan oleh karena itu banyak dikunjungi Wisatawan Muslim Mancanegara dari Afrika Selatan," tambahnya.

Belum lagi sejumlah masjid berikut makam yang kerap dikunjungi peziarah seperti Masjid dan Makam Sunan Ampel di Surabaya, Jawa Timur, Masjid Demak di Jawa Tengah, Makam Sunan Gunung Muria di Kudus, Makam Habib Husein, Masjid Luar Batang di Jakarta Utara dan Makam Haji Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Captions:
1. Masjid Istiqlal Jakarta, salah satu masjid yang makmur karena banyak kegiatan syiar Islamnya diminati umat Muslim.

Sabtu, 26 Mei 2018

Di Masjid Jami Al-Falah, Syeikh Amin At Thorodat Imbau Umat Muslim Indonesia Dukung Terus Rakyat Palestina


Amin  Muhammad Mahmud At Thorodat, syeikh asal Palestina mengimbau bangsa Indonesia terlebih umat Muslim untuk terus mendukung dan mendoakan rakyat Palestina yang masih berjuang melawan penjajah zionis Yahudi Israel.
Hal itu disampaikan Syeikh Amin saat mengisi  ceramah Shalat Tarawih dihadapan jamaah Masjid Jami Al-Falah, Kampung Baru, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (26/5/2018) malam.
“Mohon doakan rakyat Palestina terus agar mereka  terutama di Gaza dan daerah lainnya tetap teguh berjuang mengusir Israel, Lillahi Ta’ala,” kata Amin dalam Bahasa Arab yang diterjemahkan langsung oleh ustadz Usfur.

Syeikh Amin yakin di sini penduduk Indonesia, terlebih umat Muslimnya pasti terus mendukung Palestina.
Kata dia, umat Muslim Indonesia adalah saudara umat Muslim di Palestina.
“Sesama Muslim kita bersaudara dan sudah sepatutnya saling membantu, apalagi saat satu sama lain sedang dilanda kesusahan,” terangnya.

Menurut Syeikh Amin bukti konkrit bangsa Indonesia selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina, bukan hanya berupa rumah sakit yang dibangun oleh Indonesia di Palestina lengkap dengan bendera Merah Putih yang berkibar di sana, dan bantuannya pun terus mengalir.

Namun lebih dari itu yang paling membanggakan, lanjut Amin adalah tidak adanya kedutaaan Israel di Indonesia.
“Di hampir seluruh negara Islam ada kedutaan Israel, tapi Indonesia itu tidak ada, saya sangat bangga. Dan itu merupakan kebanggaan bukan hanya buat rakyat Palestina pun bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Syeikh Amin juga menjelaskan kondisi Masjid Al-Aqsha masih dijaga ketat tentara Israel. Dia yakin rakyat Palestina pasti  akan menguasai masjid itu lagi atas pertolongan Allah SWT.
“Percayalah janji Allah itu benar. Kemenangan akan kita raih, dan kemenangan rakyat Palestina di sana adalah doa dan dukungan dari bangsa Indonesia di sini juga,” tambahnya.

Atas semua  dukungan yang diberikan bangsa dan umat Muslim Indonesia, Syeikh Amin berucap terimakasih dan tak lupa berdoa.
“Saya berdoa buat negara Indonesia semoga diberkahi Allah SWT. Penduduknya, tanahnya, dan semuanya yang berhubungan dengan bangsa dan negara ini diberkahi,” ucapnya.

“Dan semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah SWT. Selalu dalam keadaan aman, sejahtera, dan dalam kebaikan. Jujur saya mencintai Indonesia karena dipenuhi keberkahan,” tambahnya.
Di ujung ceramah singkatnya, Syeikh Amin sempat mengutarakan bahwa  makanan Indonesia sedikit pedas sampai bikin perutnya sakit (mules).
“Tapi pedas itu adalah pancaran dari iman kalian,” ujarnya seraya disambut tawa jamaah.
Usai berceramah, beberapa anak muda pengurus Masjid Jami Al-Falah berkeliling membawa kardus untuk mengumpulkan donasi dari para  jamaah.
Jumlah donasi yang terkumpul malam itu Rp 75 juta terdiri atas sumbangan dari para  pelajar SDI Madrasah, Tsanawiyah, dan Aliyah Al-Falah yang sudah lebih dulu dikumpulkan,  juga dari pengurus Masjid Jami Al-Falah, dan jamaah Shalat Tarawih.
Donasi tersebut langsung diberikan oleh ustad Drs. H. Ahmad Fauzi H. Rahmatullah Shiddiq selaku Dewan Pembina Yayasan Tarbiyah Islamiah Al-Falah (YTIA) kepada Syeikh Amin setelah Shalat Tarawih.
Menurut keterangan Ketua Umum Masjid Jami Al-Falah ustadz H. Yusri H. Kosim, S.Pdl, Syeikh Amin dari Palestina datang ke Indonesia untuk bersafari Ramadhan antara lain di Masjid Jami Al-Falah ini.
Dia dihadirkan oleh Adara Relif International, sebuah lembaga internasional yang fokus membela perempuan dan anak-anak Palestina.
“Kedatangan Syeikh Amin ini dalam rangka menjaga ukuwah dengan umat Muslim Indonesia,” terang  ustadz Yusri.
Kedatangannya di Masjid Jami Al-Falah ini, sambung ustadz Yusri diharapkan dapat semakin mendorong umat Muslim Indonesia untuk menyisihkan rezeki, membantu rakyat Palestina yang sampai kini masih berjuang agar merdeka dari penjajah zionis Israel.

”Kita memang tidak berangkat ke sana (Palestina-red). Tapi harta kita bisa membantu mereka (rakyat Palestina-red) yang berjuang di sana,” ungkapnya.
Menurut ustadz Yusri sudah sepantasnya umat Muslim Indonesia mendukung rakyat Palestina.
“Kenapa? Karena dulu, di antara negara-negara yang paling dulu menyatakan kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan ke negara-negara Timur Tengah itu adalah Palestina,” jelasnya.
Kedatangan Syeikh Amin, lanjut ustadz Yusri juga diharapkan dapat semakin memperkuat persahabatan antarkedua negara yang sudah lama terjalin.
“Semoga ukuwah itu tetap terjaga dan semakin kuat. Apalagi sekarang rakyat Palestina tengah berjuang dan sangat membutuhkan dukungan kita,” pungkasnya.
Pantauan SiarMasjid, sejumlah pengurus YTIA  dan ulama turut hadir di Masjid Jami Al-Falah antara lain ustadz KH. Kahmasy Siddiq,  KH. Balya Isa, B.Sc,  KH. Muhammad Ghozi, H. Ahmaf Farid RS, H. Ahmad Dumyathi, H. Marzuki Syatiri, dan ustadz H. Very Aziz. LC, M.Si.
Sementara ustad H. Ahmad Bayadho, SQ bertugas menjadi imam Shalat Isya dan Shalat Tarawih. Syeikh Amin pun ikut Shalat Tarawih 23 rakaat sampai tuntas.
Beberapa hari sebelumnya, Syeikh Amin berceramah dalam  acara kajian edukasi Palestina kepada jamaah Masjid Raya Bani Umar, Bintaro, Selasa (22/5).
Selain Syeikh Amin, sejumlah ulama lainnya dari Palestina juga melakukan Safari Ramadhan 1439 H ini di sejumlah masjid di beberapa daerah di Indonesia.
Di Aceh dikabarkan ada Syeikh Mahmod Abdul Azis Abdurrabouh Banat dan Syeikh Barjas Daud Shaleh el Anwar yang juga bersafari Ramadhan. Keduanya dihadirkan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh.
Di Lombok, NTB, KNRP setempat  juga menghadirkan seorang ulama asal Palestina, Syeikh Zuhdi Rifat Alhaj Sholeh Almansyi sebagai penceramah dan imam Shalat Zuhur di Masjid Patut Patuh Patju, Kantor Bupati Lombok Barat.

Belum lama ini, imam Palestina Syaikh Abdurrahman Zaky Syahadah dari Kota Gaza berceramah selepas Shalat Zuhur di Masjid Nurul Falah, Komplek Bumi Menteng Asri Kota Bogor, Jawa Barat.
Pada intinya, isi ceramah yang disampaikan para syeikh itu sama, menyampaikan materi seputar Palestina dan Masjidil Aqsa serta perkembangan terkini di Palestina.
Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Captions:

1. Amin Muhammad Mahmud At Thorodat, syeikh asal Palestina tengah berceramah di Masjid Jami Al-Falah, Kampung Baru, Jakarta Barat.

2.   Jamaah serius mendengarkan ceramah Syeikh Amin berbahasa Arab, didampingi ustadz Usfur sebagai penterjemah.

3.   Syeikh Amin menceritakan kondisi Palestina Terkini.

4. Jamaah Sholat Tarawih Masjid Jami Al-Falah mendengarkan penjelasan Syeikh Amin.

5. Pengumpulan donasi dari jamaah Shalat Tarawih

6. Jumlah donasi yang terkumpul termasuk sumbangan dari Masjid Jami Al-Falah dan para pelajar SDI Madrasah sampai Aliyah Al-Falah sebesar Rp 75 juta.

7. Pengurus Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al-Falah (YTIA) dan pengurus Masjid Jami Al-Falah berfoto bersama Syeikh Amin. (foto: akmal hasuki)

8.  Donasi untuk rakyat Palestina diberikan langsung ustad H. Fauzi selaku Dewan Pembina Yayasan Tarbiyah Islamiah Al-Falah kepada Syeikh Amin ba’da Shalat Tarawih.

Senin, 21 Mei 2018

Ini Tanggapan Para Da’i Kondang Tentang Daftar 200 Ustadz yang ‘Disarankan’ Kemenag


Sejumlah da’i tersohor antara lain Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Arifin Ilham,  Yusuf Manshur,  dan Felix Siaw memberi statement mengenai daftar 200 mubaligh yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) baru-baru ini. Ada yang sangat gundah,  terkejut, dan ada pula yang ingin namanya di-delete dari list tersebut.

Aa Gym misalnya, lewat akun Instagram (IG)-nya @aagym, Senin (21/5/2018) mengatakan pencantuman namanya di daftar 200 mubaligh tersebut kontan membuat hatinya sangat gundah.

“Dari kriteria, sejujurnya pribadi ini sangat jauh dari selayaknya seorang ulama, baik dari segi keilmuan maupun pengamalan. Apalagi melihat guru-guru sahabat-sahabat Aa  yang tidak diragukan lagi keilmuan, kecintaan, dan perjuangan untuk negeri tercinta ini, belum ada dalam daftar,” ujar Aa Gym yang pada hari ini menerima musibah atas kematian cucunya.

Aa percaya bahwa daftar ulama tersebut dibuat untuk kemaslahatan bersama bangsa ini. 

Namun lantaran menimbulkan polemik, dia menyarankan kebijakan itu dievaluasi dengan seksama dan dimusyawarahkan dengan MUI serta melibatkan para pimpinan ormas Islam.

“Sehingga kelak dapat menghasilkan kebijakan yang adil dan didukung oleh umat,” imbaunya.

Baru empat jam statement Aa itu di-upload di IG-nya, sudah 352.368 warganet yang menyukainya dengan 666 komentar.

Pemilik akun @masmono berkomentar singkat: “Syukron ilmunya Aa”.

Sementara si-empunya akun @agung_sahrudin bilang: “Aa sosok yang bijak, semoga terus menjadin teladan ya A. Aku sampai terharu @ustadzabdulsomad, @ustadzadihidayat, dan ustadz.khalidbasalamah juga sosok2 yang benar2 membuat aku berubah sampai sekarang… Sehat selalu para ulama.. semoga selalu dalam lindungan Allah”.

Warganet @nanagimamnugroho mengatakan: “Seharusnya sosok seperti Aa Gym yang pantas menjadi Kemenag.. Perkataannya sejuk, tenang, bijaksana”.

Komentar senada juga terlontar dari @edwin_perdana: “Masya Allah.. Tutur katanya itu ngademiiin. Andai menteri agamanya kyk @aagym”. 

Lain lagi dengan @ch_perwiranegara, dia berkomentar amat singkat. “#2109GantiKemenag”.  Sedangkan pemilik akun @zayanmufida mengaskan: “Ada Aa atau tidak di daftar, saya bakal dengerin ceramah Aa. Dan tiadanya daftar ulama2 lain pun, akan tetap saya dengarkan. Selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.. Smoga Allah slalu meridhoi para ulama di Indonesia”.

Sebelas jam sebelumnya, KH Arifin Ilham juga melontarkan tanggapannya lewat akun IG-nya @kh_m_arifin_ilham. Dia mengaku sangat terkejut namanya masuk dalam daftar tersebut.

“Mubalig yg tidak terdaftar tidak berarti tidak pantas or tidak mulia, malah boleh jadi lebih baik, lebih mulia dari yang terdaptar,” ungkapnya.

“Bagaimana mungkin seorang Arifin hanya mampunya ngajak zikir terdaftar sementara ayahanda  habib Rizieq Syihab soerang mujahid da’wah yg mulia, kanda ustadz Abdul Somad yang mashur dg keilmuan dan ketawadhuannya, bang Bachtiar Nasir  doktor muda yg cerdas dan banyak lagi para dai yang lebih mulia tidak terdaptar padahal semuanya cinta NKRI Indonesia,” sambungnya.

Arifin juga mengimbau agar tetap dikomunikasikan dengan tabayyun dan musyawarah untuk mengetahui kebenaran, tujuan, dan kriteria apa menilai seorang mubalig.

“Mengapa hanya 200 dai, padahal ribuan para dai yang sangat-sangat mulia yg tidak terkenal dan tidak mau terkenal dengan ikhlas berda’wah di pelosok-pelosok negeri ini,” tambahnya.

Dalam tanggapannya, Arifin juga meminta DR Lukmanul Hakim sebagai menteri agama berkenan membaca dan memahami rasa, hati, dan keadaan para juru da’wah yang mulia untuk kebersamaan membangun keberkahan negeri tercinta ini.

Arifin menutup tanggapannya dengan mengajak umat untuk tetap menjaga semangat da’wah, ukuwah, dan berjuang untuk kemaslahatan umat dan NKRI tercinta ini.

“Ayoo keep istiqomah berda’wah dg hikmah, sabar, dan kasih sayang!” tutup Arifin.

Tanggapan itu pun sudah disukai 36.039 warganet dengan 826 komentar.

Pemilik akun @ruhyanairman berkomentar: “Alhamdulillah menyejukan ustadz, semoga ustadz bisa menginspirasi pihak pembuat keputusan agar lebih menimbang dari berbagai segi sblm mengeluarkan hal2 sprt ini, karena ini berpotensi dpt memecah belah umat”.

Sementara @rio_oke27 mengatakan: “Terdaftar dalam daftar yg dibuat manusia tidaklah penting. Yg penting terdaftar di hati kami. Kalo tidak ada mereka apa jadinya akhlak pada diri ini”.

Si-empunya akun tersebut pun meminta ustadz Arifin dan para ulama lainnya untuk tetap berdakwah. “Bantu kami utk selalu mengingat Allah… Kalianlah perpanjangan tangan dan lidah serta pemegang tongkat estafet dakwah para Nabi dan Rosul…barakallah,” pungkas Rio.

Lain lagi dengan komentar @wietlast yang cukup ‘menampar’. Begini komentarnya: “Ketika menteri agama lebih takut kepada yg memilihnya menjadi menteri daripada yg memberikannya kehidupan. #2019gantipresiden”.

Tiga hari lalu, ustadz Yusuf Mansur lewat akun IG-nya @yusufmansurnew mengatakan bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada panitia rilis tersebut karena namanya ada di daftar 200 mubaligh versi Kemenag.

Namun dia mengaku lebih senang dan lebih tentram tidak ada di daftar nama tersebut.

“Bukan krn ga suka dan tdk berterima kasih. Tp lbh krn saya msh santri, msh belajar, dan begitu banyak salah dan ketidakmampuannya. Malu rasanya sama senior2 yg justru ga masuk,” ungkapnya.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyrakat tetap tenang dan tidak memandang ini sebagai sebuah masalah.

“Jgn ampe jg ada penolakan thd yg tdk direkomendasi. Mengingat Indonesia Raya begitu luas. Dari Sabang sampe Merauke, Aceh sampe Papua. Mana bisa hanya ditangani oleh 200 nama yang direkomendasi,” tegas Yusuf.

Saat SiarMasjid menulis tulisan ini, tanggapan itu pun disukai 18.341 warganet dengan 624 komentar.

Pemilik akun @nasirmutaqin22 berkomentar begini: “Ga butuh list dari menag, yg terpenting ada di hati umat. Buat kami ga ngaruh yg masuk list atau tidak… Itu buatan dan penilaian pemerintah, dan semakin jelas dimana posisi pemerintah”.

Sementara @khairunnisa.syahriel mengatakan: “Sungguh Allah Maha mengetahui… masuk atau gak didaftar itu sangat tidak berpengaruh… Krn penilai Allah yg utama… Semoga seluruh ustadz di negeri ini slalu dalam lindungan Allah.. Aamiien”.

Tiga hari lalu ustdadz muda Felix Siauw pun angkat bicara soalan daftar itu di akun IG-nya @felixsiauw.

“Bicara yang lagi viral soalan masuk daftar atau tidak. Who cares? Ini ada daftar yang lebih penting yang kita inginkan.  Daftarnya mereka yang berjuang di jalan Allah, dahwah Islam hingga kapanpun,” kata Felix di awal tanggapannya.

Di bagian tengah, Felix menuliskan puisi dukungan Hamka bagi M. Natsir dan penegasan asas hidupnya.

“Aku ingin masuk daftar ini juga, daftarnya Hamka dan Natsir, dan siapapun yang mendakwahkan Islam dibawah liwa’ Nabi Muhammad Saw,” tutup Felix.

Tanggapan Felix itu sudah disukai 61.629 warganet dengan 748 komentar.

Pemilik akun @sofyanreva langsung berkomentar begini: “Walaupun ustadz @felixsiauw, @ustadzabdulsomad, dan @ustadzadihidayat tdk termasuk didaftar Kemenag, buat sy tausyiah ustadz2lah yg sll ditunggu byk ummat…”.

Lain lagi dengan si empunya akun @rosaelvirakiaqthoris mengatakan: “UAS, ust. Felix Siauw, ust. Bachtiar Nasir, ust. Khalid Basamalah dll yg tidak tercantum di daftar Kemenag, kan ustadz2nya umat, bukan ustadznya pemerintah”.

Sementara @rosalinashinta berujar: “Ini pertanda ada yg panik ustadz… Insya Allah kami mendukung anda dan para ustadz/ustadzah yg lain yg selalu mengedepankan Allah dlm setiap dakwahnya… Allahu Akbar”.

Pantauan SiarMasjid, dari sekian postingan tanggapan seputar daftar 200 mubaligh itu, postingan dari Ustadz Abdul Somad (UAS)-lah yang paling singkat dan amat menarik sekaligus menggelitik.

Posting-an UAS 2 hari lalu itu memuat pertanyaan seorang muslimah yang sengaja dicoret merah namanya.

Perempuan itu menanyakan  bagaimana tanggapan UAS yang tidak termasuk dalam 200 mubaligh rujukan Kemenag.

“Sebab kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat. Karena saya penuh sampai April 2020,” jawab UAS.

Unggahan itu pun sudah disukai 313.006 warganet dengan 16.481 komentar, termasuk sejumlah public figure/artis dan ustadz.

Pemilik akun @pecinta_ustadz_abdulsomad berkomentar singkat: “Mantaaab,” ditambah 2 simbol ketawa ngakak.

Penyanyi @ifanseventeen bertakbir: “Allahuakbar!!,” ditambah hastag #kamubersamauas.

Vokalis band Padi @fadlypadi13 berucap: “Barakallah, ustadz..”.

Si empunya akun @derrysulaiman juga berkomentar singkat: “Allah kuasa…”.

Lain lagi dengan @akmalafid. Dia berkomentar begini. “Keren Ust… Bijak, Santun, dan Dalem banget, die aje belum tentu sampe 2020 jabatannya. Wkwkwk”.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @aagym, @kh_m_arifin_ilham, @yusufmansurnew, @felixsiauw & @ustadzabdulsomad

Captions:
1.  Aa Gym tentang 200 mubaligh.
2.  Postingan KH. M. Arifin Ilham terkait list 200 ulama versi Kemenag.
3.  Yusuf Mansur bersyukur tapi lebih tentram kalau tidak ada dalam daftar.
4.   Ustadz Abdul Somad dan ustadz Felix Siauw.
5.   Postingan Ustad Abdul Somad yang menarik sekaligus menggelitik.

Jumat, 13 April 2018

Ini Tips Agar Gemar Membaca dan Menghafal Al-Qur’an dari UZA


“Siapa yang hari ini membaca 2 juz Al-Qur’an?”

Itulah pertanyaan Ustadz Zakariyal Anshari (UZA), Lc  yang membuat puluhan jamaah Kajian Islam di ruangan Masjid Fatahillah Balaikota Provinsi DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018) petang itu mendadak terdiam. Hening seketika.
Pertanyaan kelima atau terakhir yang dilontarkan  UZA yang juga penulis buku ini terasa ‘menggampar’ wajah dan ‘mencubit’ hati, bukan hanya para jamaah pun saya pribadi.
Jujur, saya dan para jamaah yang lainnya terkejut sangat mendengar pertanyaan itu, dan tak menyangka sama sekali UZA bakal melemparkan pertanyaan itu.
Para jamaah termasuk saya sampai tidak bisa menjawabnya. Dengan kata lain, itu menunjukkan bahwa pada hari ini, tidak ada seorang pun yang membaca Al-Quran (mengaji) sebanyak 2 juz.
“Jangankan dua juz, setengah juz saja tidak,” bisik hati ini seraya menundukkan wajah karena  malu.
Anehnya tak lama kemudian, ustadz itu bertanya lagi. “Lalu siapa yang hari ini mengaji 1 juz?”. Tapi tak ada satupun jamaah yang menjawab.
Kemudian UZA menyambung lagi pertanyaannya. “Kalau gitu yang mengaji setengah juz hari ini ada?”. Tetap saja tak ada seorang pun yang menunjuk tangan, tanda tak ada seorangpun yang melakukan itu.
“Ya sudah hadiahnya buat pengurus masjid aja, karena tidak ada yang menjawab,” ujar UZA seraya memberikan buku ukuran saku.
Dalam acara Kajian Islam yang diselenggarakan oleh Tim Kajian Islam Pegawai Provinsi DKI Jakarta didukung Pemprov DKI Jakarta hari ini, UZA membagikan 5 buku karangannya, terbagi atas 3 buku berjudul  “Anda pun Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur’an” dan 2 buku saku tentang tips membaca Al-Qur’an, buat jamaah yang berhasil menjawab pertanyaannya.
Ustad satu ini memang beda. Biasanya ustad lainnya memberi kesempatan kepada jamaah untuk bertanya apa saja dalam sesi tanya-jawab di ujung pertemuan. Tapi dia, justru yang bertanya kepada jamaah.
Siapa yang bisa menjawab pertanyaannya seputar Al-Qur’an dan Sunnah Rosul (Hadist), langsung diberi hadiah berupa buku.
Selepas tunaikan Shalat Isya berjamaah dan Shalat Sunah Ba’da Isya, saya menemui UZA untuk meminta tips agar berminat, bersemangat, dan kemudian menggemari membaca Al-Qur’an sampai akhirnya menghafal.
Secara rinci, UZA menjawabnya. Pertama, harus mengetahui/memahami bahwa  keutamaan/keuntungan membaca Al-Quran itu sangat besar kebaikannya.
Dalam hadist disebutkan siapa yang membaca satu huruf dalam Al-Qur’an akan mendapatkan 10 kebaikan.
“Nah kalau orang itu membaca 10 huruf  berarti sudah mendapatkan 1.000 kebaikan. Bagaimana kalau Al-Qur’an yang dibacanya berjuz-juz tentu akan berlipat-lipat kebaikan yang diperolehnya,” terang UZA.
Nah kalau sudah tahu keutamaannya, lanjutnya pasti  akan bersemangat membaca Al-Qur’an.
Kalau dalam urusan dunia saja, misalnya selalu mendapat keuntungan dalam berdagang pasti akan membuat pedagang itu menjadi bersemangat.
“Sama halnya untuk urusan akhirat, harusnya bisa bersemangat membaca Al-Qur’an karena sudah tahu keuntungan yang didapatkan itu berganda-ganda,” tambah UZA.
Oleh karena itu mulailah membaca Al-Qur’an, memahami, mengkaji, mengamalkan, serta mengajarkannya, dan seterusnya.
Kedua, sebaiknya memahami pula bahwa Al-Qur’an itu dapat memberikan petunjuk.
“Kalau ingin petunjuk dan pasti  butuh terhadap bimbingan Allah maka harus membaca dan memahami Al-Qur’an. Karena yang memerintahkannya itu Allah,” terang UZA.
Tips ketiga, supaya termotivasi rajin membaca Al-Qur’an, harus memahami bahwa sesungguhnya yang mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat itu, tak ada cara lain selain kembali ke Al-Qur’an dan Hadist.
“Ketika paham tentang hal itu, pasti  akan terus dikejar/dipelajari. Untuk itu memang butuh hidayah Allah. Nah, agar dapat hidayah atau terpilih oleh Allah untuk menjaga firman-Nya itu harus terus berjuang dan berusaha,” terang UZA lagi.
Menurut UZA dibutuhkan sebuah motivasi dan metode untuk meraihnya.
“Tentu motivasi dan metode yang dibuat haruslah mencontoh generasi terdahulu yang sukses. Bukan motivasi dan metode yang hanya menumbuhkan semangat sesaat kemudian diakhiri dengan rasa putus asa yang tiada berkesudahan,” jelasnya.
Tips berikutnya (keempat), sebaiknya belajar mengaji dengan guru mengaji. “Minimal  duduk di majelis ilmu/kajian/tadaburan untuk memotivasi belajar Al-Qur’an,” pesan UZA.
Selanjutnya (kelima), membaca/memahami Al-Qur’an memang bisa dimana aja, baik itu di rumah, di perjalanan kereta dan bus/angkot, di kantor, dan lainnya.
“Tapi sebaik-baiknya tempat, sebaiknya di rumah Allah,” imbau UZA.
Keenam, belajar atau membaca Al-Qur’an memang boleh saja lewat HP Android. Namun sebaiknya menggunakan kitab Al-Qur’an karena itu salah satu bukti bahwa kita serius dan bersemangat belajar Al-Qur’an.
“Kalau memakai HP, nanti sebentar-sebentar terganggu atau dilalaikan dengan membaca  WA, nge-cek medsos, dan lainnya. Yang melalaikan justru bisa lebih panjang/lama daripada mengajinya,” tambah UZA.
Tips terakhir atau ketujuh, kalau ingin hafal 30 juz Al-Qur’an, sambung UZA dibutuhkan tekad atau niat yang kokoh, semangat yang kuat, dan tentu saja  metode yang tepat.
“Kalau sudah punya niat yang bulat, langkah-langkah selanjutnya Insya Allah  menjadi lebih ringan. Tingkat keberhasilannya itu tergantung ketekunan. Kalau mau sukses sebagai hafiz/hafizoh, ya harus tekun membaca dan menghafalnya,” pungkasnya.
Sepulang memberi makan rohani dengan siraman Kajian Islam dari Ustadz Zakariyal Anzhari, Lc, saya masih terngiang-terngiang dengan pertanyaannya seperti tersebut di awal tulisan ini.
“Ya Allah, teguhkan hati hamba agar senantiasa bersemangat membaca Kitab Suci-Mu, Ayat-Ayat Cinta-Mu. Jangan sampai pekerjaan, kesibukan apalagi kegemaran dan segala macam urusan serta permainan dunia melalaikan hamba,” begitu kata hati sambil merenung dalam-dalam.

Naskah & foto:  adji kurniawan (kembaratropis@yahoo, ig: @adjitropis)

1. Ustad Zakariyal Anshari (UZA), Lc pemberi materi Kajian Islam dan Bedah Buku.

2. Suasana Kajian Islam di Masjid Fatahillah Balaikota Jakarta.

3. Masjid Fatahillah Balaikota yang diresmikan Presiden Jokowi.
4. UZA menjelaskan keuntungan membaca dan menghafal Al-Qur'an.
5. Buku karangan UZA ini bisa jadi pedoman untuk bisa menghafal 30 Juz Al-Qur’an.
6. UZA menandatangani buku karangannya itu buat jamaah.